Skip navigation

Pengetahuan Umum tentang PLC

PLC (Programmable Logic Control) merupakan salah satu kontroler yang umum digunakan. Pada dasarnya didalam PLC terdapat beberapa peralatan yang berfungsi sebagai relay, coil, latching coil, timer, counter, perubahan analog kedigital, perubahan digital ke analog dan sebagainya yang dapat digunakan untuk mengendalikan peralatan dengan bantuan program yang kita rancang sesuai dengan kehendak kita. PLC dapat juga digunakan untuk mengatur peralatan dengan pengendali perangkat lunak.

Sejarah PLC

PLC diperkenalkan pertama kali oleh Madicon pada tahun 1969 (sekarang sebagian dari gold electronics) for general motors hydramatic divison. kemudianbeberapa perusahaan seperti Allen Bradly, General Electric, GEC, Siemens dan Westinghouse yang memproduksinya dengan harga standart dan dengan kemampuan tinggi. Pemasaran PLC dengan harga rendah didominasi oleh perusahaan-perusahaan dari jepang. PLC mempunyai kelebihan diantaranya : Mudah pemograman atau program kendali dari waktu penghentian sistem (dari operasi normal) yang minimal. Mudah perawatan, misalnya bersifat modul atau pengecekan kerusakan sistem secara otomatis. Hemat pemakaian energi listrik serta tempat atau ruang yang sedikit dibandingkan penggunaan relay-relay mekanik. Mempunyai memori yang bisa diperbesar kapasitasnya. Kriteria-kriteria tersebut menarik perhatian beberapa produsen peralatan kontrol sehingga melahirkan generasi pertama PLC.

Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut:

  1. Pogrammable: Menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau keinginannya.
  2. Logic: Menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
  3. Controller: Manunjukkan kemampuan dalam mengontrol atau mengatur

PLC dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. selain dapat diprogram alat ini juga dapat dikendalikan dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus.

 Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan output-output. I menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan O berarti keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi.

Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:

  • Sekuensial Control, memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemprosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
  • Monitoring Plant, PLC secara terus memerus memonitor status sistem (temperatur, tekanan, tekanan, ketinggian, dll) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol atau menampilkan pesan tersebut pada operator.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: